Analisis Kebutuhan Model Pembelajaran Berbasis App Smashing dalam Meningkatkan literasi digital pada Mahasiswa Sebagai Calon Guru
DOI:
https://doi.org/10.57093/jpgsdunipol.v4i2.86Keywords:
APP Smashing, Literasi Digital, Calon Guru SD, Analisis KebutuhanAbstract
Abstract. Era digital menuntut guru sekolah dasar memiliki kompetensi teknologi adaptif untuk mendidik generasi alfa. Namun, literasi digital mahasiswa calon guru umumnya masih parsial dan belum terintegrasi optimal. Sebagai solusi inovatif, metode App Smashing seni memadukan beberapa aplikasi menjadi satu produk pembelajaran utuh menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa, mengukur urgensi kebutuhan model pembelajaran berbasis App Smashing, serta menguji hubungan kesiapan fasilitas teknologi dengan motivasi belajar mahasiswa. Metode penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian melibatkan 75 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert berisi 30 butir pernyataan untuk mengukur persepsi dan tingkat kebutuhan mahasiswa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa calon guru mayoritas berada pada kategori sedang, khususnya dalam aspek penciptaan konten digital yang kreatif. Di sisi lain, analisis kebutuhan menunjukkan persentase yang sangat tinggi dari mahasiswa yang menginginkan penerapan model pembelajaran berbasis App Smashing demi perkuliahan yang lebih interaktif. Hasil uji statistik juga membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara kesiapan fasilitas gawai dan internet dengan tingginya keinginan mahasiswa menguasai metode tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran berbasis App Smashing sangat baik diterapkan pada mahasiswa calon guru. Implikasinya, diperlukan sinergi antara kebijakan institusi dalam penyediaan fasilitas teknologi yang stabil dengan kreativitas dosen guna melahirkan lulusan guru SD yang cakap digital.
References
Ayunda, V., Jannah, A. M., & Gusmaneli, G. (2024). Metode Pembelajaran yang Efektif dalam Pendidikan Dasar. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(3), 259–273. https://doi.org/10.71153/wathan.v1i3.139
Cebi, A., Bahcekapili Ozdemir, T., Reisoglu, L., & Colak, C. (2022). From digital competences to technology integration: Re-formation of pre-service teachers’ knowledge and understanding. International Journal of Educational Research, 113, 101965. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2022.101965
Chu, J., Lin, R., Qin, Z., Chen, R., Lou, L., & Yang, J. (2023). Exploring factors influencing pre-service teacher’s digital teaching competence and the mediating effects of data literacy: empirical evidence from China. Humanities and Social Sciences Communications, 10(1), 508. https://doi.org/10.1057/s41599-023-02016-y
Merjovaara, O., Eklund, K., Nousiainen, T., Karjalainen, S., Koivula, M., Mykkänen, A., & Hämäläinen, R. (2024). Early childhood pre-service teachers’ attitudes towards digital technologies and their relation to digital competence. Education and Information Technologies. https://doi.org/10.1007/s10639-023-12237-y
Moodley, N., & Ditta, H. (2025). Challenges Of Information and Communication Technology Integration on Curriculum Delivery in South African Schools. 414–423. https://doi.org/10.21125/inted.2025.0175
Napitupulu, M. H., Muddin, A., Bagiya, B., Diana, S., & Rosyidah, N. S. (2024). Teacher Professional Development in the Digital Age: Strategies for Integrating Technology and Pedagogy. Global International Journal of Innovative Research, 2(10), 2382–2396. https://doi.org/10.59613/global.v2i10.334
Nguyen, N., & Hien, L. T. D. (2025). Student Acceptance of Mobile Videos in Online Learning: An Application of the Technology Readiness and Acceptance Model. Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies, 6(3), 403–414. https://doi.org/10.62794/je3s.v6i3.9656
Sehar, S., & Alwi, S. K. K. (2023). Correlation between Teachers’ Digital Competency and their Self-Efficacy in Managing Online Classes. Pakistan Journal of Humanities and Social Sciences, 11(2), 2196–2206. https://doi.org/10.52131/pjhss.2023.1102.0513
Siringoringo, R. G., & Alfaridzi, M. Y. (2024). Pengaruh Integrasi Teknologi Pembelajaran terhadap Efektivitas dan Transformasi Paradigma Pendidikan Era Digital. Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan Dan Bahasa, 2(3), 66–76. https://doi.org/10.61132/yudistira.v2i3.854
Tafonao, T., Saputra, S., & Suryaningwidi, R. (2020). Learning Media and Technology: Generation Z and Alpha. Indonesian Journal of Instructional Media and Model, 2(2), 89. https://doi.org/10.32585/ijimm.v2i2.954
Thalib, N., Selan, M., Mamonto, S., Hanim, S. A., & Arsyad, M. (2026). Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital pada Mahasiswa Pendidikan. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(Spesial Issue), 113–120. https://doi.org/10.62710/c3kh8530
Zeng, M., Abdullah, Z., & Cheah, K. S. L. (2025). Pre-service Teachers’ Digital Competence: A Systematic Review of Factors, Frameworks, and Global Patterns. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 24(8), 218–247. https://doi.org/10.26803/ijlter.24.8.10
Zhang, S., Mingyue Gu, M., Sun, W., & Jin, T. (2024). Digital literacy competence, digital literacy practices and teacher identity among pre-service teachers. Journal of Education for Teaching, 50(3), 464–478. https://doi.org/10.1080/02607476.2023.2283426


