Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home <table class="rajawalitable" style="border-collapse: collapse; width: 100%;"> <tbody> <tr> <th rowspan="9"><img src="https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/public/site/images/admin/desain-cover-jurnal-pgsd.jpg" alt="" width="200" height="250" /></th> </tr> <tr> <td><strong>Journal title</strong></td> <td>: Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro</td> </tr> <tr> <td><strong>Initials</strong></td> <td>: Jurnal PGSD UNIPOL</td> </tr> <tr> <td><strong>Abbreviation</strong></td> <td>: Jurnal PGSD UNIPOL</td> </tr> <tr> <td><strong>Frequency</strong></td> <td>: Two issues every year (Juny and December)</td> </tr> <tr> <td><strong>DOI Prefix </strong></td> <td>: 10.57093/jpgsdunipol</td> </tr> <tr> <td><strong>ISSN</strong></td> <td>: 2962-0902</td> </tr> <tr> <td><strong>Editor-in-Chief</strong></td> <td>: Ismail, S.Kom.,M.Kom</td> </tr> <tr> <td><strong>Citation Analysis</strong></td> <td>: Google Scholar | Garuda | OneSearchIndonesia l RJI l More...</td> </tr> </tbody> </table> <p>Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro adalah lembaga penerbitan jurnal untuk dosen Universitas Lamappapoleonro dan dosen diluar Universitas Lamappapoleonro yang memiliki disiplin ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro didirikan pada tahun 2022 dengan tujuan sebagai wadah untuk mempublikasikan penelitian dosen. lembaga ini hanya menerbitkan jurnal penelitian yang disiplin ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar.</p> <p>Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro Menerbitkan Artikel Ilmiah dua kali satu tahun yaitu Bulan Juni dan Bulan Desember. Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro Terakreditasi <strong>SINTA 5</strong> pada tahun 2026 Berdasarkan SK Dirjen RISBANG KEMDIKTISAINTEK No. 295/C/C3/KPT/2026</p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro en-US Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2962-0902 Optialisasi Podcast Edukasi sebagai Sarana Pengembangan Kemampuan Berbicara dan Kreativitas Peserta Didik Sekolah Dasar https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/84 <p>Kemampuan berbicara dan kreativitas adalah dua kompetensi mendasar yang seharusnya dibangun sejak bangku sekolah dasar, namun keduanya masih menjadi titik lemah yang berulang dalam praktik pembelajaran di Indonesia. Sementara penelitian tentang podcast edukasi terus bertambah, sebagian besar masih melihat podcast sebagai medium yang dikonsumsi oleh peserta didik—sesuatu yang didengarkan, bukan yang diciptakan. Artikel ini mengambil sudut pandang berbeda: podcast diposisikan sebagai sarana produksi kreatif aktif di tangan peserta didik itu sendiri. Menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap 16 artikel terpilih dari 47 yang ditemukan (2019–2025), kajian ini menghasilkan framework enam tahap optimalisasi podcast edukasi di sekolah dasar—mulai dari perencanaan hingga refleksi-evaluasi—yang bersifat siklus dan terpadu. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis produksi ini mampu mengembangkan kemampuan berbicara dan kreativitas peserta didik secara bersamaan, dengan mekanisme yang dapat dipandu langsung oleh guru kelas.</p> Najwa Putri Yontela Suci Fitriani Sumita Nabila Fauzia Tsaqova Elvia Sukma Inggria Kharisma Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 63 73 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.84 Analisis Kebutuhan Model Pembelajaran Berbasis App Smashing dalam Meningkatkan literasi digital pada Mahasiswa Sebagai Calon Guru https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/86 <p><strong>Abstract. </strong>Era digital menuntut guru sekolah dasar memiliki kompetensi teknologi adaptif untuk mendidik generasi alfa. Namun, literasi digital mahasiswa calon guru umumnya masih parsial dan belum terintegrasi optimal. Sebagai solusi inovatif, metode <em>App Smashing</em> seni memadukan beberapa aplikasi menjadi satu produk pembelajaran utuh menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa, mengukur urgensi kebutuhan model pembelajaran berbasis <em>App Smashing</em>, serta menguji hubungan kesiapan fasilitas teknologi dengan motivasi belajar mahasiswa. Metode penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian melibatkan 75 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert berisi 30 butir pernyataan untuk mengukur persepsi dan tingkat kebutuhan mahasiswa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa calon guru mayoritas berada pada kategori sedang, khususnya dalam aspek penciptaan konten digital yang kreatif. Di sisi lain, analisis kebutuhan menunjukkan persentase yang sangat tinggi dari mahasiswa yang menginginkan penerapan model pembelajaran berbasis <em>App Smashing</em> demi perkuliahan yang lebih interaktif. Hasil uji statistik juga membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara kesiapan fasilitas gawai dan internet dengan tingginya keinginan mahasiswa menguasai metode tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran berbasis <em>App Smashing</em> sangat baik diterapkan pada mahasiswa calon guru. Implikasinya, diperlukan sinergi antara kebijakan institusi dalam penyediaan fasilitas teknologi yang stabil dengan kreativitas dosen guna melahirkan lulusan guru SD yang cakap digital.</p> rahmah hatta Hasmaliah Nurul Fitriah Aulya Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 74 81 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.86 Persepsi Mahasiswa PGSD Terhadap Bahasa Tubuh Dosen Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/94 <p>Pembelajaran Bahasa Inggris di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tak melulu hanya mengetengahkan penguasaan materi, akan tetapi juga menuntut kemampuan dosen untuk membangun komunikasi yang efektif, termasuk komunikasi nonverbal. Salah satu bentuk komunikasi <em>nonverbal</em> yang kerap diabaikan adalah bahasa tubuh dosen. Padahal, bahasa tubuh dapat menjadi salah satu acuan bagi mahasiswa untuk memahami materi pembelajaran, menjaga fokus, serta membangun keterlibatan dalam proses pembelajaran. Bagi mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar, bahasa tubuh dosen juga bisa menjadi contoh praktik komunikasi pedagogik yang dapat mereka terapkan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi mahasiswa PGSD terhadap penggunaan bahasa tubuh dosen dalam pembelajaran Bahasa Inggris serta bagaimana bahasa tubuh tersebut membantu pemahaman dan keterlibatan belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa PGSD yang telah menempuh mata kuliah Bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui angket terbuka dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis dengan menggunakan analisis tematik, sedangkan triangulasi dan <em>member check</em> dilakukan untuk menjaga keabsalan data. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan praktis bagi dosen dalam meningkatkan kompetensi pedagogik berbasis komunikasi <em>nonverbal</em> pada pembelajaran Bahasa Inggris</p> Yusrina Yusrina Susianti Susianti Nana Erna Herniyastuti Herniyastuti Adisty Wulandari Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 82 87 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.94 Efektivitas Problem-Based Learning dalam Meningkatkan Dimensi Self-Regulated Learning Mahasiswa pada Mata Kuliah Pembelajaran IPS SD https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/85 <p><strong>Abstract</strong>. Kemampuan regulasi diri atau <em>Self-Regulated Learning</em> (SRL) merupakan keterampilan krusial yang harus dimiliki oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon pendidik. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masih tingginya dependensi mahasiswa terhadap instruksi linear dosen (<em>teacher-centered</em>) dalam mata kuliah Pembelajaran IPS SD. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model <em>Problem-Based Learning</em> (PBL) dalam meningkatkan berbagai dimensi SRL mahasiswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen produk tunggal (<em>One-Group Pretest-Posttest Design</em>) , penelitian ini melibatkan 20 responden mahasiswa PGSD Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL). Data dikumpulkan melalui angket SRL yang mengukur dimensi kognitif/metakognitif, motivasi, dan perilaku. Hasil analisis deskriptif data master menunjukkan adanya peningkatan kualitas kemandirian belajar secara akumulatif, di mana rata-rata total skor SRL mahasiswa naik dari 49,10 (kategori sedang) pada saat <em>pre-test</em> menjadi 55,50 (kategori tinggi) pada saat <em>post-test</em>. Peningkatan paling drastis terjadi pada dimensi efikasi diri (<em>self-efficacy</em>) dalam merancang perangkat pembelajaran IPS inovatif (P3) yang melonjak dari skor awal 1,60 menjadi 4,15. Selain itu, intervensi PBL berhasil menguatkan regulasi diri metakognitif dalam perencanaan tugas (P7 naik dari 2,40 menjadi 3,80) serta berhasil mentransformasikan kemandirian sejati dengan mereduksi ketergantungan bantuan eksternal mahasiswa. Dapat disimpulkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa PGSD sebagai bekal esensial calon pendidik sekolah dasar.</p> Hasma Lia Yusrina Muhammad Rusdi Rahman Musdalia Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 88 97 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.85 Efektivitas Penggunaan Multimedia Interaktif Berbasis Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuam Literasi Numerasi Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/95 <p>Kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar masih menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep numerasi, menyelesaikan masalah kontekstual, serta mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan multimedia interaktif berbasis storytelling dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa kelas IV, V, dan VI sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis storytelling mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, pemahaman konsep numerasi, dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penggunaan cerita interaktif yang dipadukan dengan animasi, audio, visual, dan aktivitas digital menjadikan pembelajaran lebih kontekstual serta sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar. Selain itu, multimedia berbasis storytelling membantu siswa memahami konsep abstrak matematika melalui pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis storytelling dinilai efektif sebagai inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar</p> Susianti Susianti Hernyastuti Hernyastuti Yusrina Yusrina Aulya Aulya Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 98 103 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.95 Dinamika Berpikir Kritis sebagai Prediktor Keterampilan Menulis Opini Siswa Kelas VI https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/96 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika berpikir kritis sebagai prediktor keterampilan menulis opini pada siswa kelas VI sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 80 siswa kelas VI dari empat sekolah dasar negeri di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dengan sampel 40 siswa yang dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes berpikir kritis dan rubrik penilaian keterampilan menulis opini. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kritis berpengaruh signifikan dan positif terhadap keterampilan menulis opini dengan koefisien regresi sebesar 0,674 (p &lt; 0,01). Koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa berpikir kritis memberikan kontribusi sebesar 45,4% terhadap varians kemampuan menulis opini. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun argumen yang jelas, memberikan bukti yang relevan, serta mengorganisasi tulisan secara logis. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengembangan berpikir kritis perlu diprioritaskan dalam pembelajaran di sekolah dasar, khususnya untuk memperkuat kompetensi menulis opini siswa</p> Abdul Kadir Herniyastuti Herniyastuti Susianti Susianti Yusrina Yusrina Saskiah Saskiah Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 104 109 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.96 Pengembangan Media Pembelajaran Digital Berbasis Budaya Lokal Pada Mata Pelajaran Pai Di Sekolah Dasar https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/90 <p>This study aims to analyze the development of digital learning media that integrates local culture into Islamic Religious Education (IRE) instruction in elementary schools through a literature review approach. This study stems from the phenomenon of the increasing use of digital technology in education, which has not been optimally accompanied by the strengthening of local cultural elements in the learning process. This situation results in learning that tends to lack context, meaning that the material presented is not fully connected to the students’ experiences and living environments. The method used in this study is library research, utilizing various relevant scientific sources, such as books, journal articles, conference proceedings, and other academic documents. Data collection was conducted through documentation techniques, while data analysis employed content analysis using a descriptive qualitative approach.</p> <p>The results of the study indicate that digital learning media based on local culture play a significant role in supporting the improvement of the quality of PAI learning in elementary schools. The integration of local cultural values into digital media can enhance the relevance of the material to students’ lives, deepen conceptual understanding, increase learning motivation, and strengthen character development and cultural identity. Additionally, the combination of digital technology and local culture in digital media</p> M. Hasan Rafiuddin Rafiuddin Nawir Rajadming Syarifuddin Sahid Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 110 118 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.90 Pengembangan Model AI-Assisted Assessment untuk Mengukur Higher Order Thinking Skills (HOTS) Mahasiswa pada Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE) https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/88 <p>Advances in artificial intelligence (AI) have opened up new opportunities for transforming higher education assessment systems, particularly in supporting the measurement of Higher Order Thinking Skills (HOTS), which are a key requirement of Outcome-Based Education (OBE). However, assessment practices in higher education are still dominated by conventional methods that tend to focus on lower-order thinking skills, thus failing to optimally measure HOTS achievements. This study aims to develop an AI-Assisted Assessment model suitable for measuring students’ HOTS in OBE-based learning, to test the validity and feasibility of the developed model, and to analyze its effectiveness compared to conventional assessment. The study employed a Research and Development (R&amp;D) approach using the ADDIE model, which includes the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through interviews, expert validation questionnaires, observations, documentation, and HOTS tests involving faculty members, learning assessment experts, educational technology experts, and students. The results of the study indicate that the AI-Assisted Assessment model has three main characteristics: it is integrated with OBE learning outcomes, it is capable of comprehensively measuring HOTS indicators, and it provides automatic and real-time feedback. The validation results indicate that the model falls into the category of highly feasible for implementation. Additionally, im.</p> <p>&nbsp;</p> Risma Handayani Mulia Hasnah Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 119 125 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.88 Persepsi Guru PAI dalam Mengintegrasikan Asesmen Diagnostik pada Kurikulum Merdeka di SDN 23 Tanete https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/92 <p><strong>Abstract. This study aims to comprehensively analyze the perceptions of Islamic Religious Education (IRE) teachers regarding the integration of diagnostic assessment into the Merdeka Curriculum at SDN 23 Tanete, as well as to identify the supporting factors and obstacles they face. The research method used was descriptive qualitative. Data collection was conducted through in-depth interviews, non-participant direct observation, and analysis of documents such as teaching modules and student worksheets. The results of the study indicate that PAI teachers’ perceptions fall into the positive and adaptive categories. Teachers understand the importance of mapping students’ initial abilities and psychological characteristics, which implies a shift in the teaching paradigm from a content-oriented approach to a student-centered one through differentiated instruction. The success of this integration is supported by teachers’ high pedagogical motivation as well as the school’s supportive policies through the Teachers’ Working Group (KKG) forum and self-directed training. However, its implementation is still hampered by varying time constraints in developing assessment instruments, a lack of technical understanding in analyzing non-cognitive data, and a scarcity of supporting digital tools. This study recommends the need for digital-based, application-oriented assessment training for PAI teachers, as well as the institutionalization of collaborative efforts to develop a diagnostic question bank to improve work efficiency in the field.</strong></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan asesmen diagnostik pada Kurikulum Merdeka di SDN 23 Tanete, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung secara non-partisipan, dan analisis dokumen seperti modul ajar dan lembar kerja siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru PAI berada pada kategori positif dan adaptif. Guru memahami pentingnya pemetaan kemampuan awal dan karakteristik psikologis siswa, yang berimplikasi pada pergeseran paradigma mengajar dari berorientasi materi menjadi berpusat pada siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi. Keberhasilan integrasi ini didukung oleh motivasi pedagogis guru yang tinggi serta kebijakan suportif sekolah lewat forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan pelatihan mandiri. Namun, implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan waktu penyusunan instrumen yang bervariasi, kurangnya pemahaman teknis dalam menganalisis data non-kognitif, serta minimnya perangkat digital pendukung. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan aplikatif berbasis digitalisasi asesmen bagi guru PAI serta pelembagaan kolaborasi penyusunan bank soal diagnostik untuk meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.</p> Yuliani Yuli Bisma Pratama Anita Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 126 134 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.92 Konstruksi Perilaku Ilmiah Digital dan Keterampilan Proses Sains Siswa SD melalui Media Sosial Berbasis AI https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/97 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku ilmiah digital dan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar dengan konten media sosial di era kecerdasan buatan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 14 siswa kelas IV SDN 2 Lasusua yang dipilih secara purposive berdasarkan intensitas penggunaan media sosial sebagai sumber belajar informal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ilmiah digital siswa terbentuk melalui tiga pola utama, yaitu observasi visual berbasis konten sains (alam, hewan, dan eksperimen), evaluasi epistemik awal terhadap validitas informasi yang dipengaruhi kesadaran terhadap konten manipulatif berbasis <em>AI</em>, serta eksperimentasi mandiri melalui replikasi video tutorial sains seperti roket botol, slime, dan rekayasa kerajinan sederhana. Selain itu, ditemukan adanya bentuk awal <em>scientific skepticism</em> yang ditandai dengan penolakan terhadap informasi yang dianggap tidak realistis serta penggunaan otoritas sosial (guru dan orang tua) sebagai mekanisme verifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang pembelajaran IPA informal yang mendukung pengembangan keterampilan proses sains dan literasi sains digital siswa sekolah dasar</p> Ummu Kalsum Amaliyah Nur Afni Yulistiawati Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 135 140 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.97 Peran Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Kompetensi Kebahasaan dan Literasi Digital Mahasiswa https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/93 <p>Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan berbagai peluang dalam mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kompetensi kebahasaan dan literasi digital mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam meningkatkan kompetensi kebahasaan dan literasi digital mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif yang melibatkan 60 mahasiswa Universitas Lamappapoleonro yang telah memanfaatkan berbagai platform AI dalam kegiatan akademik. Data dikumpulkan melalui kuesioner, tes kompetensi kebahasaan, dan wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi kebahasaan mahasiswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan kosakata akademik (87%), pemahaman tata bahasa (82%), kemampuan menulis akademik (79%), dan pemahaman teks akademik berbahasa Inggris (84%). Pada aspek literasi digital, mahasiswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam mengakses dan memanfaatkan platform AI (91%), memilih informasi yang relevan (85%), serta melakukan verifikasi informasi (74%). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif antara intensitas penggunaan AI dengan kompetensi kebahasaan (r = 0,72) dan literasi digital (r = 0,78). Temuan wawancara mengungkapkan bahwa AI membantu mahasiswa memahami materi, mengembangkan ide, dan meningkatkan kualitas penulisan, meskipun terdapat potensi ketergantungan apabila penggunaannya tidak disertai kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi kebahasaan dan literasi digital mahasiswa, namun pemanfaatannya perlu diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir kritis dan etika digital agar dapat digunakan secara efektif dan bertanggung jawab.</p> Andi Nuzul Hikmah Buana Nur Afni Yulistiawati Alfhiandi Saputra Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-23 2026-06-23 4 2 141 150 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.93 Literasi Digital Islami sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Hoaks Keagamaan di Kalangan Mahasiswa https://jurnal.pgsd.unipol.ac.id/index.php/home/article/view/89 <p>Advances in digital technology have made it easier for the public to access and disseminate information, including religious information. However, this ease of access has also been accompanied by an increase in the spread of religious misinformation, which has the potential to cause misunderstandings, social conflict, and distortions in religious understanding. As a group that actively uses digital media, students face a relatively high risk of being exposed to unverified information. Therefore, Islamic digital literacy is a crucial effort in preventing the spread of religious hoaxes among students. This study aims to analyze students’ level of understanding of Islamic digital literacy, identify common forms of religious hoaxes, examine the role of Islamic digital literacy in preventing the spread of religious hoaxes, and identify factors that support and hinder its implementation. This study employs a descriptive qualitative approach using data collection techniques such as in-depth interviews, observation, and documentation. Research informants were selected through purposive sampling, specifically students who actively use digital media and social media as sources of religious information. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Islamic digital literacy plays a significant role in shaping attitudes toward.</p> Mulia Hasnah Risma Handayani Copyright (c) 2026 Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro 2026-06-30 2026-06-30 4 2 151 158 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.89